+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Jumat, 19 Juli 2013

Haruskah Iqamat Sebelum Salat Wajib?

09.12

Share it Please

Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh,

Saya mau bertanya mengenai hukum iqamat sebelum salat, pertanyaan saya bagi menjadi 2, seperti berikut:


1) Misalkan saya melaksanakan salat dzuhur pukul 13.00 WIB secara munfarid di rumah, haruskah saya mengumandangkan iqamat sebelum salat?


2) Misalkan saya melaksanakan salat dzuhur pukul 13.00 WIB secara berjamaah, haruskah ada yang mengumandangkan iqamat sebelum salat?


Selama ini, jika saya salat secara munfarid, saya jarang mengumandangkan iqamat sebelum salat.


Terima kasih sebelumnya, akhirul kalam.
Wassalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh




(icky21@yahoo.co.id)



Jawab:


Bismillahirrahmanirrahim

Kedudukan iqamat (ikamah, iqamah) sebelum salat itu hampir sama dengan azan. Bedanya, kalau azan sebagai pemberitahuan masuknya waktu salat, dan sasaran pendengarnya adalah masyarakat Muslim secara umum, maka iqamat merupakan pemberitahuan bahwa salat akan segera dilaksanakan, dan sasaran pendengarnya adalah orang-orang yang sudah hadir dan siap melaksanakan salat. Hukum mengumandakan iqamat adalah sunnah mu’akkadah (anjuran yang sangat ditekankan) menurut mayoritas ulama-ulama fikih. 



Anjuran iqamat ini berlaku bagi orang yang melaksanakan salat fardu, baik berjamaah maupun sendiri (munfarid), baik dalam keadaan mukim (tidak dalam perjalanan) maupun ketika dalam perjalanan, juga berlaku pada salat Jumat. Selain itu, anjuran mengumandangkan iqamat juga berlaku untuk dua salat yang dijamak. Ketika kita menjamak salat Zuhur dan Asar, misalnya, kita dianjurkan mengumandangkan dua kali iqamat, satu untuk salat Zuhur dan yang lain untuk salat Asar. Ini berdasarkan praktik Nabi saw ketika menjamak salat Magrib dan Isya di Muzdalifah di mana dilakukan dua kali iqamat seperti diriwayatkan oleh Imam Bukhari.


Iqamat juga dianjurkan ketika kita hendak melaksanakan salat yang terlewat. Ketika Nabi saw dan beberapa orang sahabat terlewat melaksanakan empat salat (Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya) karena situasi perang sekutu (perang Ahzab), Rasulullah saw memerintahkan Bilal ra untuk mengumandangkan empat kali azan dan empat kali iqamat untuk setiap salat.


Selain itu, iqamat juga dianjurkan kepada orang yang melakukan salat munfarid, baik di rumahnya maupun di tempat lain. Ini berdasarkan informasi dari ‘Uqbah bin mir ra yang berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tuhan kagum kepada penggembala kambing di lereng gunung yang melakukan azan, melakukan iqamat, dan melaksanakan salat. Allah berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan melaksanakan salat karena takut kepada-Ku. Aku telah mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga.’” (HR An-Nasa’i).


Atas dasar itu semua, dalam dua kasus yang Saudara tanyakan, Saudara dianjurkan sebaiknya mengumandangkan ikamah, meskipun salat Saudara tetap sah jika Saudara tidak mengumandakan iqamat terlebih dahulu. Demikian, wallahu a’lam.


( rmd / rmd )

Curhat dan Ngobrol Bareng Kami Admin Islam Is Easy (Melalui Yahoo Messenger) 



0 komentar:

Poskan Komentar

Temukan Kemudahan dan Keindahan Islam Setelah Membaca Artikel Kami. Berilah Komentar Atau Tinggalkan Pertanyaan Anda Sehingga Kita dapat Memperkuat Silaturrahim. Jazaakallahu Ahsanal Jazaa'

Populer Mingguan