+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Sabtu, 17 November 2012

Warga Syiah Sampang Terus Hadapi Tekanan

04.51

Share it Please

Berita VOA Indonesia Tanggal 16.11.2012

Berita tentang kaum minoritas yang selalu mengalami tindakan yang tidak adil masih saja terdengar. Setelah beberapa waktu lalu penganut aliran syiah Madura menjadi bulan-bulanan warga kini terdengar kabar bahwa sekitar 30 orang jamaah syiah dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan pindah aliran dari syiah ke sunni.


Menurut data yang kami peroleh warga syiah mendapat tekanan untuk berpindah keyakinan bila mereka tidak mengikuti maka rumah mereka akan dibakar oleh massa. Kejadian yang menimpa penganut syiah ini sungguh sangat disayangkan pemerintah seperti menutup mata terhadap apa yang mereka rasakan. Pemerintah sendiri sepertinya hanya bungkam bahkan tidak bersuara melihat realita yang terjadi di sampang Madura ini.

Pemaksaan berpindah aliran ini menurut kami bukanlah suatu solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik agama yang terjadi di Sampang. Seharusnya pemerintah lebih mempertimbangkan lagi solusi yang tepat yang akan membuat masyarakat merasa aman dan nyaman sehingga kasus penyerangan ini tidak  terjadi lagi. Kasus Sampang menunjukkan betapa lemahnya  pemerintahan kita sehingga tidak dapat memberikan efek jera kepada para pelaku penyerangan. Begitu juga dengan kepolisian yang bertindak lamban pelaku penyerangan pun masih bisa berkeliaran.

Dalam kondisi yang sulit ini pemerintah justru bekerjasama dengan beberapa tokoh yang anti terhadap toleransi untuk mendesak penganut syiah bahkan memberi ancaman kepada mereka. Lantas apakah ini yang dikatakan Negara demokrasi yang mana hak-hak setiap penganutnya dijamin di dalam undang-Undang Dasar? Seharusnya Presiden sebagai pemegang kendali politik dapat memberikan solusi yang tepat dengan tetap memberikan rasa aman kepada penganut syiah.


Gubernur Jawa Timur Soekarwo membantah telah terjadinya pemaksaan agar masyarakat syiah berpindah keyakinan. Menurutnya yang terjadi hanyalah keinginan agar masyarakat syiah dapat bersatu dan menyamakan pandangan dengan umat Islam pada umumnya.  

Menurut Andy Irfan Junaidi Relawan untuk pengungsi Syiah pemerintah harus memberikan perlindungan yang sama kepada setiap warna negaranya tanpa sedikitpun membeda-bedakan antara kaum manyoritas dan minoritas agar penindasan terhadap kaum minoritas tidak akan terjadi lagi. Menurutnya jalan untuk menyelesaikan konflik ini adalah dengan cara dialog yang adil demi terciptanya perdamaian di Sampang.

Ke depan kita semua berharap apapun bentuk penindasan yang dilakukan oknum tertentu terhadap kaum minoritas tidak bisa diterima begitu saja. Masalah perbedaan yang terjadi memang sudah menjadi suatu keniscayaan yang tidak terbantahkan lagi, tinggal bagaimana kita mengartikan perbedaan tersebut. Begitu juga sebagai penganut yang manyoritas di negeri ini seharusnya bisa merasakan bagaimana jika kita yang menjadi minoritas dan ditindas oleh mereka yang manyoritas. kita tidak dapat menafikan keberagaman bangsa kita sebagai bangsa yang majemuk yang telah digariskan tuhan kepada kita. Kita harus merubah pandangan agar melihat sesuatu yang berbeda itu sebagai rahmat dan karunia Tuhan yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Terimakasih telah berkunjung dan membaca tulisan kami, Semoga menjadi renungan kita bersama. Berbeda tapi tetap Satu Jua “Indonesia”.

0 komentar:

Poskan Komentar

Temukan Kemudahan dan Keindahan Islam Setelah Membaca Artikel Kami. Berilah Komentar Atau Tinggalkan Pertanyaan Anda Sehingga Kita dapat Memperkuat Silaturrahim. Jazaakallahu Ahsanal Jazaa'

Populer Mingguan