+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Rabu, 14 November 2012

Raja Yaman Yang Ingin Menghancurkan Ka'bah

01.35

Share it Please


Surat Al-Fiil bercerita tentang pasukan bergajah dari Yaman. Pasukan ini dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka'bah di Makkah. Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan. Berikut kisah selengkapnya. Abrahah adalah gubernur negeri Yaman. Yaman merupakan bagian dari Kerajaan Habasyah yang kini dikenal dengan nama Negeri Ethiopia. Penduduk Negeri itu menganut agama Nashrani. Abrahah berkeinginan agar bangsa Arab pada saat itu untuk berhaji ke San'a, ibukota Yaman, tidak ke kota Makkah tempat Ka'bah berada.

Untuk itu, dia membuat sebuah gereja yang bernama Al-Qullais. Kemegahan tempat ibadah ini tiada bandingannya. Suatu saat, salah seorang dari suku Quraisy dari Makkah ingin merendahkan kedudukan gereja ini dengan cara membuang hajatnya di gereja. Dia telah mengotori dinding gereja tersebut kemudian melarikan diri. Mengetahui hal ini, RajaAbrahah sangat murka. Dia
langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang kota Makkah dan menghancurkan Ka'bah. Di antara pasukan tersebut terdapat tiga belas ekor gajah. Gajah terbesar bernama Mahmud. Selama perjalanan mereka menuju Makkah, banyak suku-suku dari Bangsa Arab berusaha untuk menghadang Abrahah dan pasukannya, tapi tidak ada satupun yang berhasil mengalahkan mereka. Akhirnya Abrahah pun sampai di dekat kota Makkah. Di sana terjadi perundingan antara dia dan pemuka kota Makkah. Pemuka kota Makkah itu adalah Abdul Mutthalib, kakek Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Hasil perundingan itu adalah Abrahah akan mengembalikan unta-unta Abdul Mutthalib yang telah diambil oleh pasukannya. Adapun urusan penyerangan kota Makkah, maka ini tergantung keputusan yang akan diambil oleh Abrahah sendiri. Abdul Mutthalib pun kemudian memerintahkan penduduk Makkah untuk mengungsi dari kota tersebut, sementara Abrahah memutuskan untuk melanjutkan niatnya. Pasukannya bergerak terus menuju kota Makkah sampai ke Lembah Muhassir. Ketika pasukan itu sedang berada di tengah lembah, tiba-tiba muncul sekumpulan burung. Burung-burung tersebut menghujani pasukan dengan batu-batu kecil. Tidaklah batu itu menimpa tubuh pasukan Abrahah melainkan tubuhnya akan hancur tercerai-berai. Mereka binasa dengan keadaan yang mengenaskan. Abrahah Al-Ashram pun melarikan diri dalam keadaan tubuhnya hancur sepotong demi sepotong sampai dia meninggal di Yaman. Ini merupakan kemenangan yang Allah 'azza wa jalla anugerahkan kepada penduduk Makkah dan juga bentuk perlindungan Allah kepada rumah-Nya, yaitu Ka'bah di Makkah. (*)

0 komentar:

Poskan Komentar

Temukan Kemudahan dan Keindahan Islam Setelah Membaca Artikel Kami. Berilah Komentar Atau Tinggalkan Pertanyaan Anda Sehingga Kita dapat Memperkuat Silaturrahim. Jazaakallahu Ahsanal Jazaa'

Populer Mingguan